PEWARISAN SIFAT DAN EVOLUSI
A. PRINSIP PEWARISAN SIFAT MENDEL
Hereditas berarti pewarisan sifat-sifat genetik
dari orang tua kepada anak . Ilmu yang mempelajari Hereditas disebut genetika.
Mendel adalah nama tokoh Genetika yang diakui sebagai penemu hukum- hukum
hereditas atau pewarisan sifat menurun. Menurut Mendel, sifat menurun dibawa
oleh penentu (yang sekarang disebut denngan istilah gen) dan ditentukan oleh
separuh dari induk jantan (spermatozoon) dan separuh dari induk betina (ovum).
Menurut Mendel, pada perkawinan, induk jantan
dan betina disebut parental dan disimbolkan dengan huruf P. Hasil persilangan parental disebut anak
(Fillial) dan disimbolkan dengan huruf F. Persilangan induk galur murni dengan
galur murni P1 , dan filialnya disebut F1. Persilangan induk galur murni jantan
F1 dengan induk induk betina F1 secara acak disebut P2, sedang filialnya
disebut F2 dan seterusnya galur murni selalu bergenotif homozigot dan
disimbolkan dengan dua huruf yang sama, huruf capital semua atau huruf kecil
semua.
genotif suatu individu terdiri dari pasangan alel yang sama,
disebut genotif heterozigot. Sedangkan jika genotif terdiri dari pasangan alel
yang sama disebut genotif homozigot.
1) Monohibrid
Monohibrid
atau monohibridisasi ialah suatu persilangan pembastaran dengan sifat benda.
Monohibrid pada percobaan Mendel adalah persilangan antara ercis tinggi dan
ercis berbatang pendek. Untuk mengetahui bahwa suatu gen bersifat dominan maka
harus dilakukan Monohibridisasi antara individu yang memiliki sifat gen
tersebut dengan sifat kontrasnya (alelnya) yang sama-sama bergalur murni. Jika
fenotif F1 sama dengan sifat gen yang diuji tadi, berarti jelaslah bahwa sifat
itulah yang dominan. Diagram Monohibrid antara ercis berbatang tinggi dan ercis
berbatang pendek sebagai berikut:
Parental(P1) : ♂TT(Tinggi) ˃˂ tt♀(pendek)
Gamet :
T
Filial 1 : Tt(Tinggi)
Bila F1 disilangkan dengan sesamanya (F1)
Parental(P2) :
Tt(Tinggi) ˃˂ Tt
Gamet 2 : T,t T,t
Pada F2 :
|
Genotip/Fenotip |
T |
t |
|
T(Tinggi) |
TT(Tinggi) |
Tt(Tinggi) |
|
t(pendek) |
Tt(Tinggi) |
tt(pendek) |
Rasio Genotipe =
TT: Tt: tt
=
1: 2: 1
Rasio Fenotipe =
Tinggi : Pendek
3:
1
Tinggi =
3/4x100= 75%
Pendek =
1/4x100=25%
Jika
kita amati pada pembentukan gamet dari tanaman heterozigot (F1)ternyata ada
pemisahan alel T dan ada gamet dengan alel t. Prinsip pembentukan gamet pada
genotip induk heterozigot dengan pemisahan alel tersebut dikenal dengan Hukum 1
Mendel yang disebut Hukum segregasi (pemisahan) secara bebas. Jika sifat gen
dominan tidak penuh (intermediat), maka fenotif F1 tidak seperti salah satu fenotif induk
galur murni, melainkan mempunyai sifat fenotif diantara kedua induknya.
2) Dihibrid
Dihibrid
atau dihibridisasi ialah suatu persilangan (pembastaran) dengan dua sifat beda.
Untuk membuktikan Hukum II Mendel yang dikenal dengan Prinsip
berpasang-pasangan secara bebas, Mendel melakukan eksperimen dengan
membastarkan tanaman pisum sativum bergalur murni berbiji kisut, berwarna hijau
. Gen B(bulat) dominan terhadap b (kisut), dan k(kuning) dominan terhadap
k(hijau) sebagai berikut.
P1: BBKK(Bulat
Kuning) ˃˂
bbkk(keriput hijau)
G1: BK bk
F1: BbKk (Bulat
Kuning)
Jika F1 disilangkan dengan sesamanya
P1: BbKk(Bulat
Kuning) ˃˂
BbKk(Bulat Kuning)
G2: BK,Bk,bK, dan bk,
BK,Bk,bK,dan bk
F2:
|
Genotipe/Fenotipe |
BK |
Bk |
bK |
bk |
|
BK |
BBKK |
BBKk |
BbKK |
BbKk |
|
Bk |
BBKk |
BBkk |
BbKk |
Bbkk |
|
bK |
BbKK |
BbKk |
bbKK |
bbKk |
|
bk |
BbKk |
Bbkk |
bbKk |
bbkk |
Rasio Genotipe = BBKK:BBKk:BbKk:BBkk:Bbkk:bbKK:bbKk:bbkk
1:2:2:4:1:2:1:2:1
Rasio Fenotipe
Bulat Kuning: 9
Bulat Hijau: 3
Kisut Kuning: 3
Kisut Hijau: 1
Prinsip-prinsip
dari hukum Mendel
1.
Prinsip Hereditas:
menyatakan bahwa pewarisan sifat-sifat organisme dikendalikan oleh faktor
menurun (gen). Setiap individu yang berkembang dari zigot merupakan hasil dari
persatuan gamet gamet yaitu gamet jantan (spermatozoon) dan gamet betina
(ovum). melalui gamet-gamet inilah informasi genetik dari kedua orang tua
(induk) diturunkan kepada individu yang dibentuknya.
2.
Prinsip Segregasi bebas: pada
pembentukan gamet, pasangan gen memisah secara bebas sehingga tiap gamet
mendapatkan salah satu gen dari pasangan alel tadi.
3.
Prinsip berpasangan bebas: pada
pembuahan (fertilisasi), gen-gen dari gamet jantan maupun gen-gen dari gamet
betina akan berpasangan secara bebas.
4.
Prinsip dominasi penuh atau tidak penuh
(intermediat): fenotip (pengaruh) gen dominan akan terlihat menutupi pengaruh
gen resesif. Sedangkan pada prinsip dominasi tidak penuh fenotip gen pada
individu heterozigot berada diantara pengaruh kedua alel gen yang menyusunnya.
B. Hereditas
pada Manusia
Pola
Hereditas pada manusia
Beberapa Pola Hereditas pada Manusia yang dapat
dipelajari. Berikut beberapa contoh diantaranya:
a.
Golongan darah: Golongan darah merupakan salah satu bentuk
hereditas manusia karena memang sifatnya menurun . golongan darah pada manusia
dapat dibedakan menjadi 3 jenis golongan darah yang berbeda yaitu
·
Sistem golongan darah ABO, dimana sistem ini ditentukan oleh 3
macam alel, yaitu IA, IB dan IO.
·
Sistem golongan darah Rhesus,dimana sistem ini akan ditentukan oleh
gen Rh untuk Rhesus positif (+), dan gen rh untuk jenis Rhesus negatif (-).
Alel Rh ini sifatnya dominan terhadap rh.
·
Sistem MN, dimana pada sistem ini akan ditentukan oleh 2 macam alel
yaitualel LM dan alel LN
b. Cacat
atau penyakit keturunan Manusia: cacat maupun penyakit menurun pada manusi ini
memiliki beberapa ciri misalnya adalah tidak akan menular pada orang lain,
tidak bisa disembuhkan, namun dapat dicegah atau diminimalisir peluang
menurunnya untuk generasi berikutnya. Selain itu, ciri lainnya adalah
dikendalikan oleh gen resesif yang gen ini hanya bisa muncul pada orang dengan dengan
homozigot yang resesif. Cacat atau penyakit menurun ini akan diwariskan ke
generasi berikutnya melalui autosom namun ada juga yang diturunkan dengan
kromosom seks. Contohnya adalah sebagai berikut:
·
Albino: albino termasuk kedalam cacat yang disebabkan adanya
kelainan tubuh yaitu tidak mampu memproduksi enzim yang bertugas mengubah
tirosin menjadi pigmen melanin yang dikendalikan oleh gen resesif a.
Pada orang normal, terdapat genotip AA dan
normal dengan carier Aa. Sedangkan keadaan ini berbeda dengan orang yang
menderita albino karena lahir dari pasangan yang keduanya carier.
·
Polidaktili: kelainan ini terjadi didalam autosom yang ada pada gen
dominan.orang dengan kelainan ini bisa saja dilahirkan dari pasangan dengan
keduanya gen heterozigot (Pp) atau dari pasangan yang salah satunya memiliki PP
atau bahkan pada pasanga yang normal keduanya pp.
·
Gen abnormal kromosom Y
1.
Webbed Toes: kelainan yang terjadi pada jari-jari yaitu tumbuhnya
selaput pada sela-sela jari seperti pada kaki bebek atau katak. Gen yang
mengendalikan adalah gen resesif “wt”, gen normal dikendalikan gen dominan “Wt”
2.
Hyserix graviour: kelainan yang terjadi pada rambut yaitu tumbuhnya
rambut yang panjang dan kasar seperti duri landak. Gen yang mengendalikan
adalah gen resesif “hg” gen normal dominan “Hg”
3.
Hypertrikosis: kelainan yang terjadi tumbuhnya rambut pada tubuh
yang berlebih. Gen yang mengendalikan adalah gen resesif “ht”, gen normal
dikendalikan gen dominan “H”
4.
Gen abnormal kromosom X
·
Hemofilia: kelainan genetik pada darah yang sulit untuk membeku
pada saat tubuh mengalami luka. Hal ini terjadi karena pada saat pembentukan
enzim pembeku darah (enzim trombiplastin) mengalami kegagalan, sehingga orang
yang mengalami kelainan ini pada saat luka sekecil apapun akan mengalami
pendarahan.
Gen resesif Hemofilia terdapat pada kromosom X
yaitu pada laki-laki dengan genotip “XhXh” (letal) dan “XhY”. Untuk wanita
pembawa gen/ carier genotipnya adalah XHXh, namun secara teori pembawa gen
wanita akan sulit ditemukan karena akan mengalami letal saat embrio.
·
Buta warna: kelainan yang terjadi pada retina mata, tepatnya pada
sel kerucut yang tidak sensitif terhadap cahaya yang mengandung warna. Gen yang
mengendalikan adalah gen resesif “cb” yang terpaut kromosom X, genotip
penderita “XcbY” dan “XcbXcb” dan genotip wanita pembawa / carier adalah
“XCBXcb”
·
Anenamel: kelainan pada gigi kekurangan lapisan email sehingga gigi
penderita akan berwarna coklat. Kelainan ini terpaut atau akan dibawa oleh
kromosom X yang dominan. gen yang mengendalikan adalah gen dominan “G” gen
normal dikendalikan gen resesif “G”
Genotip penderita yaitu “XGY” , “XGXG”, dan
“XGXg” , dan untuk genotip normal yaitu “ XgY” dan “XgXg”
·
Anondotia : kelainan pada gigi yang tampak ompong. Kelainan ini
muncul yang terpaut pada kromosom X dalam keadaan resesif.
Pada seorang laki-laki cukup dengan satu gen
anodontia dengan genotip “XaY” maka gejalanya akan nampak. Sedangkan pada
seorang wanita memerlukan dua gen anondontia dengan genotip “XaXa”
C. Mutasi
kromosom
Mutasi
Kromosom diartikan sebagai perubahan atau kesalahan yang terjadi pada suatu
kromosom. Kesalahan tersebut dapat terjadi pada saat proses mitosis atau
meiosis berlangsung. Pada mutasi kromosom kesalahan terjadi yang menyebabkan
adanya perubahan pada keseluruhan kromosom itu sendiri. Beberapa tipe utasi
kromosom yang sering terjadi yaitu mutasi struktur kromosom, mutasi jumlah
kromosom dan mutasi kromosom terpaut seks.
Mutasi
struktur kromosom sering terjadi ketika berlangsungnya pembelahan sel. Hal ini
terjadi ketika kromosom homolog saling berpasangan dan gen dalam kromosom
saling terpisah lalu gen tersebut masuk ke dalam kromosom yang salah satu gen
tersebut menjadi hilang. Secara umum, mutasi struktur kromosom dibagi menjadi
beberapa tipe yaitu:
1.
Delesi: Bagian DNA tidak terduplikasi atau hilang selama replikasi
berlangsung
2.
Duplikasi: sebagian atau beberapa bagian DNA mengalami penggandaan.
3.
Inversi: Bagian kromosom terbalik sehingga menyebabkan kesalahan
urutan.
4.
Translokasi: Fragmen kromosom berada di kromosom non-homolognya.
D. Teori
Evolusi dan implementasinya pada perkembangan sains
Darwin mengusulkan
bahwa semua spesies kehidupan berevolusi seiring waktu dari nenek moyang yang
sama melalui proses seleksi alam. Dalam bukunya yang berjudul On the Origin Of
Species by Means Of Natural Selection menetapkan teori evolusi melalui garis
keturunan. Ide yang serupa juga dikemukakan oleh Alfred Russel Wallace.
a. Teori
seleksi alam Darwin
Menjelaskan
bahwa makhluk hidup memiliki kemampuan menghasilkan banyak keturunan. Sumber
daya alam yang terbatas memunculkan adanya kompetisi pada makhluk hidup.
Darwinisme percaya bahwa tidak ada dua
individuyang sama karena terdapat variasi yang besar dalam populasi. Selain itu
makhluk hidup yang bertahan hidup dan menghasilkan keturunan merupakan makhluk
yang telah mewarisi sebagian sifat-sifat yang menguntungkan untuk bertahan
hidup pada kondisi lingkungan tertentu.
Saat
seleksi alam berlangsung., populasi secara bertahap memiliki kemampuan adaptasi
yang lebih baik terhadap lingkungannya. Evolusi sendiri menurut Darwin
didefinisikan sebagai perubahan dalam populasi, bukan pada individu. Perubahan
tersebut juaga harus diteruskan ke generasi berikutnya.
b. Teori
Evolusi Biologi oleh Jean Baptiste Lamarck
Walaupun
terori Darwin merupakan salah satu teori Evolusi yang paling terkenal, Jean
Baptiste Lamarck pernah mengemukakan teori serupa sebelum Darwin. Sebagai seorang
Naturalis asal Perancis, Lamarck menjelaskan bahwa bentuk kehidupan yang
sekarang didasarkan pada penggunaan atau tidak menggunakan organ (Use and
disuse)
Contoh
teori dari Lamarck ini adalah leher jerapah yang menjadi lebih panjang dengan
meregangkannyauntuk mencapai pohon yang lebih tinggi. Sifat fisik tersebut
kemudian diturunkan pada generasi selanjutnya. Use merujuk pada organ yang
digunakan akan terus berkembang. Sementara itu disuse merujuk pada organ yang
tida digunakanakan tereduksi.
c. Teori Evolusi
Neo-Darwinisme
Walupun
terkenal, teori Darwin bukan tanpa kelemahan. Teori Darwin tidak dapat
menjelaskan cara asal dan transmisi variasi. Sumber variasi ditemukan oleh
Hugode Vries yang mengajukan teori mutasi. Teori mutasi menjelaskan bahwa beberapa
spesies muncul secara tiba-tiba karena variasi yang tidak berkelanjutan
Mendel
menjelaskan tentang hukum pewarisan sifat yang diperlukan untuk memodifikasi
gagasan seleksi alam. De vries mengemukakan peristiwa mutasi, sementara
Weismann menjelaskan tentang konsep keberlajutan plasma nutfah. Inti dari teori
evolusi neo-Darwinisme ini menganggap seleksi alam merupakan kunci dari evolusi.
Teori
mutasi menjelaskan variasi terus menerus yang bertambah dan berkurang. Teori
ini juga menjelaskan bahwa beberapa spesies muncul tiba-tiba karena variasi
tidak berkelanjutan. Berbagai ahli Biologi mengusulkan spesies baru dapat
muncul dalam satu atau beberapa langakah mutasi yang didorong oleh tekanan
mutasi dalam arah tertentudan bahkan nonadaptif yang dikenal sebagai saltasi.
Pandangan ini benar-benar berlawanan dengan konsep variasi berkelanjutan milik
Darwin.
Komentar
Posting Komentar